Selasa, 24 Juni 2014
Ku butuh kau teman
Teman, rona merah ini merekah ketika kalian membaca tulisan ini.
tulisan dimana kutuang semua rasa ku tentangnya.
tersenyum hingga tertawa malu diri ini mendengar'a.
apakah seperti anak kecil yg tertawa riang saat mendapatkan balon atau manisan permen?? ku ingin tidak seperti itu.
namun teman, aku tidak bisa menutupnya.
menutup kenyataan bahwa dihati ini ada nama'a, nama yg membuat rona merah ini.
sungguh sulit sekali untuk menahan'a.
pernah aku memcoba untuk menjauh serta melupakanya. namun teman, kau tau apa yg terjadi??
ia yg mendekat, ia yg membuka pintu ini. pintu hati yg telah aku tutup untuknya.
dan kalian tau teman apa yg selanjutnya terjadi?? ia menanam benih benih bunga yg indah ditaman ini. ya, taman hati ini. yg mulai tumbuh inci demi inci.
tap teman, aku tidak tau ini akan berkhir seperti ap. bantu aku untuk tidak terlalu berharap akan bunga ini. jgn biarkan aku berharap bunga ini akan tumbuh serta mekar dengan indah tanpa ada pupuk dan perawatan yg maksimal.
bantu aku agar menanm benih bunga yg lain, bunga yg sudah pasti tumbuh dengan indah, serta mekar dengan rekah yg maksimal. ya teman, itu benih bunga untuk sang khalik. sesuatu yg sudah pasti.
namun teman, aku mohon jga pada kalian, walaupun aku merelakan pintu in dibuka olehnya serta ditanami benih bunganya, bantu aku jga untuk mampu menjaga dan merawatnya hingga waktu bersemi bunga dapat tepat pada waktunya. tanpa harus disemai terlebih dahulu karena ego n nafsu yg kami miliki.
teman bantu aku, untuk tetap membiarkan campur tanganNya dalam taman ini. biarkan pula taman ini tumbuh secara alami. hingga tidk ada kesan yang kita paksakan.
teman bantu aku dan dia untuk tidk melupakanNya.
melupakan Ia yg telah membuat taman hati ini bersemi indah dipenuhi bunga.
teman bantu aku untuk tidak terlalu banyak memberikan pupuk hingga bunga itu berlebih ketika mekar.
teman bantu kami, agar terus dan terus ingat padaNya teman.
teman, aku butuh yg kalian miliki. agar taman ini berseri alami dengan indah dan terjaganya hati karena Ia pula.
20 juni 2014 22:42
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar